1. Pahami tugas sebelum mulai menulis
Periksa tema, panjang tulisan, gaya sitasi, struktur yang diminta, dan tenggat pengumpulan. Jika dosen atau kampus memiliki pedoman khusus, pedoman tersebut menjadi acuan utama.
2. Tentukan fokus dan rumusan masalah
Pilih topik yang cukup spesifik untuk dibahas. Rumusan masalah berfungsi sebagai pertanyaan utama yang akan dijawab melalui pembahasan. Tujuan penulisan sebaiknya sejajar dengan rumusan masalah.
3. Cari rujukan yang relevan
Prioritaskan buku akademik, artikel jurnal, dokumen lembaga resmi, dan sumber ilmiah lain yang dapat diperiksa kembali. Hindari menjadikan satu sumber sebagai dasar seluruh pembahasan.
4. Gunakan struktur makalah yang jelas
BAB I Pendahuluan
Latar Belakang menjelaskan alasan topik penting dibahas. Rumusan Masalah memuat pertanyaan yang akan dijawab. Tujuan menjelaskan hasil yang ingin dicapai dari pembahasan.
BAB II Pembahasan
Bagian ini merupakan inti makalah. Susun subbagian secara logis, jelaskan konsep dengan bahasa sendiri, gunakan sumber ketika menyampaikan teori atau informasi yang berasal dari pihak lain, dan hubungkan setiap subbagian dengan rumusan masalah.
BAB III Penutup
Kesimpulan merangkum jawaban terhadap rumusan masalah tanpa membuka pembahasan baru. Saran bersifat opsional dan sebaiknya relevan dengan hasil pembahasan.
5. Lakukan pengecekan akhir
Pastikan judul, nama, NIM, mata kuliah, dosen, nomor halaman, konsistensi heading, kutipan, dan daftar pustaka telah diperiksa. Setiap sumber yang dikutip sebaiknya muncul di daftar pustaka, dan setiap entri daftar pustaka sebaiknya benar-benar digunakan dalam tulisan.